2 Tipe Penyakit Diabetes Melitus yang Wajib Anda Kenali

by in Diabetes Maret 11, 2019

Penyakit Diabetes Melitus menjadi penyakit kronis yang makin banyak diderita. Data dari Sample Registration Survey 2014 menyebutkan penderita diabetes di Indonesia meningkat dari 5,7% pada tahun 2007 menjadi 6,9% di tahun 2013.

Kementerian Kesehatan bahkan merilis data yang mengatakan 2/3 penderita diabetes di Indonesia tidak merasa dirinya berpenyakit. Mengapa demikian? Gejala penyakit diabetes melitus memang mirip dengan kebiasaan sehari-hari sehingga kurang diperhatikan sebagai hal yang serius.

Pengertian Diabetes

penyakit diabetes melitus
Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes Mellitus merupakan penyakit dengan kondisi kadar gula dalam darah berlebih dari yang seharusnya. Pada kondisi normal seharusnya kadar glukosa dalam darah tidak lebih dari 200 mg/dl. Penderita diabetes memiliki kadar gula yang lebih dari itu.

Pankreas sebagai organ penghasil hormon insulin tidak dapat bekerja dengan maksimal karena kadar gula yang berlimpah. Padahal insulin mempunyai tugas yang sangat penting, yaitu mengubah gula darah menjadi tenaga yang disalurkan ke tubuh. Dengan gula darah yang berlebih, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sesuai dengan batas yang diperlukan. Hal tersebut menyebabkan penyakit diabetes melitus.

Tipe Penyakit Diabetes

Pengenalan diabetes sejak dini sangat diperlukan agar dapat dilakukan penangan segera sehingga tidak menjadi penyakit komplikasi yang berbahaya.

Nah, berikut ini adalah dua tipe penyakit diabetes melitus yang wajib Anda tahu.

Penyakit Diabetes Melitus
insulin dan monitor Penyakit Diabetes Melitus

1. DM Tipe 1

DM tipe 1 terjadi karena pankreas sebagai organ penghasil insulin tidak dapat memproduksi insulin sama sekali. Kondisi ini terjadi karena autoimun menghancurkan sel-sel pembuat insulin dalam pankreas.

Penyakit diabetes melitus tipe I biasanya dapat dideteksi sejak kecil. Penderita dianjurkan untuk melakukan suntik insulin secara rutin.

Kadar insulin yang kurang tepat saat penyuntikan dapat menyebabkan penderita kurang gula darah (hipoglemia). Jika insulin yang disuntikkan terlalu banyak, gula darah diproses menjadi tenanga secara cepat. Akibatnya kadar gula dalam darah rendah. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian saat suntik insulin.

2. DM Tipe 2

Penyakit Diabetes Melitus
Penyakit Diabetes Melitus II menyutikkan insulin

Penyakit diabetes melitus tipe II terjadi karena insulin tidak diproduksi dengan cukup oleh pankreas. Kadar gula dalam darah menjadi berlebih saat insulin tidak terbentuk secara maksimal.

Makanan manis yang dikonsumsi terlalu banyak menyebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin secara berlimpah. Kondisi gula dalam darah akan naik karena kondisi tersebut.

Penyakit ini umumnya terjadi pada orang dewasa. Selain faktor genetik, kondisi tersebut disebabkan oleh pola hidup yang salah. Misalnya sering minum teh manis, melewatkan sarapan, banyak mengonsumsi camilan kurang sehat, makan tengah malam, dan begadang.

Pola hidup tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada kondisi sebelum makan, gula darah seharusnya 70-130 mg/dl, sedangkan sesudah makan tidak boleh lebih dari 180 mg/dl.

DM tipe 2 dapat diobati dengan cara yang lebih variatif. Jika DM tipe 1 hanya dapat diobati dengan suntik insulin, DM tipe 2 ini dapat diobati dengan pil untuk mendorong produksi insulin atau menurunkan kadar gula dalam darah.

Salah satu pengobatan DM tipe 2 yang dianjurkan adalah menggunakan bahan alami. Berbagai bahan alami terbukti dapat mendorong pankreas memproduksi insulin. Contohnya kunyit, kayu manis, daun kemangi, mengkudu, dan delima merah.

penyakit diabetes melitus
delima merah terbukti untuk penyakit diabetes melitus

Khasiat delima merah untuk menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus dikemas dalam bentuk Majun Akar Delima Merah Penyembuh Penyakit Kronis. Ekstrak akar delima merah tersebut membantu terpenuhinya nutrisi pada penderita diabetes sehingga tetap bertenaga, meskipun tidak mengonsumsi banyak glukosa.

Saat kadar gula telah normal, ekstrak akar delima tersebut bermanfaat untuk menstabilkannya. Dengan demikian, Anda tetap bisa mengonsumsi ekstrak tersebut agar gula darah tidak naik atau turun. Kondisi gula darah yang telah stabil tidak akan turun dengan mengonsumsinya.

Anda dapat melihat produk tersebut di http://majunsyifa.com/. Silakan melakukan pemesanan melalui nomor yang telah disediakan atau klik disini untuk pemesanan.

Kesehatan mahal harganya. Maka, jagalah sebelum terlambat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *